Sebagian makromolekul memiliki struktur yang teratur, yaitu
tersusun atas bagian-bagian terkecil dengan struktur yang karakteristik dan
berulang mulai dari 50 samapi ribuan. Makromolekul yang seperti ini disebut
dengan polimer dan unit terkecilnya disebut monomer.
Sekarang saya akan membahas sedikit tentang polimer
sintetis.
Polimer sistetis dihasilkan dari sintetis senyawa-senyawa
organik dimana molekul-molekulnya berupa rantai panjang yang terdiri atas
monomer-monomer yang berikatan kovalen. Reaksi pembentukan polimer disebut
sebagai reaksi polimerisasi.
C2H4
(Etena) à Polietena
Contoh dari polimer sintetik:
1.
Polietena :
Monomer etena
2.
Polipropena :
Monomer propena
3.
Polivinilklorida (PVC) : Monomer vinilklorida
4.
Politetrafluoroetena (PTFE) : Monomer tetrafluoroetena
5.
Polistirena : Monomer
stirena
6.
Polibutadiena :
Monomer 1,3-butadiena
7.
Poliester (nilon ) : Monomer ester dengan gugus –COO-
8.
Bakelit :
dari polimerisasi metanal dan fenol
9.
Prespex :
dari propanon dan metanal
Polimer sintetis dapat
dikelompokkan menjadi tiga, yaitu berdasarkan jenis reaksi pembentukannya,
jenis monomer penyusunnya, dan
sifat-sifat karakteristiknya.
·
Berdasarkan jenis reaksi polimerisasi
1.
Polimer adisi
Polimer adisi dibentuk dari penggabungan monomer-monomer melalui reaksi
polimerisasi adisi yang melibatkan ikatan rangkap (ikatan jenuh ).
Contoh:
1.
Polietena
2.
Polipropena
3.
PVC
4.
Teflon (PTFE)
5.
Polistirena
6.
Polimetanal
2.
Polimer Kondensasi
Polimer kondensasi terbentuk dari penggabungan monomer-monomer melalui reaksi polimerisasi kondensasi dimana
molekul-molekul kecil dilepaskan,
seperti H2O, HCl, dan CH3OH.
Contoh polimer kondensasi:
1.
Poliester (dacron)
2.
Poliamida (nilon)
3.
Bakelit
4.
Prespex
·
Berdasarkan jenis monomer penyusunya
1.
Homopolimer
Yakni polimer yang terdiri dari monomer-monomer sejenis.
Contoh:
Ø
Polietena dengan 1 jenis monomer, yakni etena
Ø
PVC dengan 1 jenis monomer, yakni vinil klorida
2.
Kopolimer
Yakni polimer yang terdiri dari setidaknya 2 jenis monomer.
Contoh:
Ø
Saran
dengan monomer vinil klorida dan 1,2-dikloroetena.
Ø
PET dengan monomer asam ftalat dan etilen glikol.
Ø
SBR dengan monomer stirena dan butadiena.
Ø
ABS dengan monomer akrilonitril,butadiena,dan
stirena.
·
Berdasarkan sifat karakteristiknya
Berdasarkan sifat-sifatnya, polimer dapat dikelompokkan menjadi tiga
jenis yakni :
Ø
Termoplas
Termoplas menjadi lunak jika dipanaskan, dan dapat dicetak kembali
menjadi bentuk lain. Hal ini dikarenakan termoplas memiliki banyak rantai
panjang yang terkait oleh gaya antar molekulyang lemah. Sifat lain dari
termoplas adalah ringan, kuat, dan transparan. Beberapa contoh termoplas adalah
polietena; nilon; dan polistirena.
Ø
Termoset
Termoset mempunyai bentuk permanen dan tidak menjadi lunak jika
dipanaskan. Hal ini dikarenakan termoset memiliki banyak ikatan kovalen yang
sangat kuat diantara rantai-rantainya. (namun, pemanasan terlalu tinggi akan
menyebabkan ikatan-ikatan terputus dan termoset akan terbakar). Contoh termoset
adalah bakelit dan melamin.
Ø
Elastomer
Elastomer
adalah polimer yang elastis atau dapat mulur jika ditarik, tetapi kembali ke
bentuk semula jika gaya tarik di hilangkan. Elastisitas ini diperoleh dari
tumpang tindih antara rantai-rantai polimer yang memungkinkan rantai-rantai
ditarik, dan ikatan silang yang akan menarik kembali rantai-rantai tersebut
kesusunan tumpang tindihnya. Contoh elastromer adalah karet sintetis SBR.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar