Senin, 05 November 2012

Polimer Sintetis


Sebagian makromolekul memiliki struktur yang teratur, yaitu tersusun atas bagian-bagian terkecil dengan struktur yang karakteristik dan berulang mulai dari 50 samapi ribuan. Makromolekul yang seperti ini disebut dengan polimer dan unit terkecilnya disebut monomer.
Sekarang saya akan membahas sedikit tentang polimer sintetis.

Polimer sistetis dihasilkan dari sintetis senyawa-senyawa organik dimana molekul-molekulnya berupa rantai panjang yang terdiri atas monomer-monomer yang berikatan kovalen. Reaksi pembentukan polimer disebut sebagai reaksi polimerisasi.
C2H4 (Etena)    à Polietena
Contoh dari polimer sintetik:
1.       Polietena                                              : Monomer etena
2.       Polipropena                                         : Monomer propena
3.       Polivinilklorida   (PVC)                        : Monomer vinilklorida

4.       Politetrafluoroetena (PTFE)                 : Monomer tetrafluoroetena
5.       Polistirena                                            : Monomer stirena
6.       Polibutadiena                                       : Monomer 1,3-butadiena
7.       Poliester (nilon )                                   : Monomer ester dengan gugus –COO-
8.       Bakelit                                                 : dari polimerisasi metanal dan fenol
9.       Prespex                                               : dari propanon dan metanal

Polimer sintetis dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu berdasarkan jenis reaksi pembentukannya, jenis monomer penyusunnya,  dan sifat-sifat karakteristiknya.
·         Berdasarkan jenis reaksi  polimerisasi
1.       Polimer adisi
Polimer adisi dibentuk dari penggabungan monomer-monomer melalui reaksi polimerisasi adisi yang melibatkan ikatan rangkap (ikatan jenuh ).
Contoh:
1.       Polietena
2.       Polipropena
3.       PVC
4.       Teflon (PTFE)
5.       Polistirena
6.       Polimetanal
2.       Polimer  Kondensasi
Polimer kondensasi terbentuk dari penggabungan  monomer-monomer melalui reaksi  polimerisasi kondensasi dimana molekul-molekul  kecil dilepaskan, seperti H2O, HCl, dan CH3OH.
Contoh polimer kondensasi:
1.       Poliester (dacron)
2.       Poliamida (nilon)
3.       Bakelit
4.       Prespex

·         Berdasarkan jenis monomer penyusunya
1.       Homopolimer
Yakni polimer yang terdiri dari monomer-monomer sejenis.
Contoh:
Ø  Polietena dengan 1 jenis monomer, yakni etena
Ø  PVC dengan 1 jenis monomer, yakni vinil klorida
2.       Kopolimer
Yakni polimer yang terdiri dari setidaknya 2 jenis monomer.
Contoh:
Ø  Saran  dengan monomer vinil klorida dan 1,2-dikloroetena.
Ø  PET dengan monomer asam ftalat dan etilen glikol.
Ø  SBR dengan monomer stirena dan butadiena.
Ø  ABS dengan monomer akrilonitril,butadiena,dan stirena.

·         Berdasarkan sifat karakteristiknya
Berdasarkan sifat-sifatnya, polimer dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis yakni :
Ø  Termoplas
Termoplas menjadi lunak jika dipanaskan, dan dapat dicetak kembali menjadi bentuk lain. Hal ini dikarenakan termoplas memiliki banyak rantai panjang yang terkait oleh gaya antar molekulyang lemah. Sifat lain dari termoplas adalah ringan, kuat, dan transparan. Beberapa contoh termoplas adalah polietena; nilon; dan polistirena.
Ø  Termoset
Termoset mempunyai bentuk permanen dan tidak menjadi lunak jika dipanaskan. Hal ini dikarenakan termoset memiliki banyak ikatan kovalen yang sangat kuat diantara rantai-rantainya. (namun, pemanasan terlalu tinggi akan menyebabkan ikatan-ikatan terputus dan termoset akan terbakar). Contoh termoset adalah bakelit dan melamin.
Ø  Elastomer
Elastomer adalah polimer yang elastis atau dapat mulur jika ditarik, tetapi kembali ke bentuk semula jika gaya tarik di hilangkan. Elastisitas ini diperoleh dari tumpang tindih antara rantai-rantai polimer yang memungkinkan rantai-rantai ditarik, dan ikatan silang yang akan menarik kembali rantai-rantai tersebut kesusunan tumpang tindihnya. Contoh elastromer adalah karet sintetis SBR.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar