Sabtu, 27 Oktober 2012

KIMIA KARBON (Aplikasi Senyawa Turunan Alkana)


Senyawa turunan alkana (substitusi atom H oleh gugus fungsi  / gugs atom yang paling reaktif dalam senyawa karbon)
Senyawa turunan alkana dibagi menjadi :

v  ALKANOL (Alkil Alkohol) à R – OH
Rumus: CnH2n+2O
Ciri-ciri dari alkanol:
1.       Titik didih alkanol > alkana (gugus -OH àmemiliki ikatan hidrogen )
2.       Merupakan zat amfoter
3.       Reaktif. Jenis reaksinya : substitusi, eliminasi dan oksidasi.
Alkanol dapat diaplikasikan dalam kedalam kehidupan sehari-hari. Contohnya sebagai berikut:
Ø  Metanol (CH3OH) :
1.       untuk pembuatan pupuk, obat, plastik dan senyawa organik lain seperti alkil alkanoat
2.       sebagai pelarut
3.       sebagai campuran bahan bakar bensinuntuk mobil balap
4.       sebagai zat denaturasi etanol.
Metanol ini sangat beracun dan jika masuk kedalam tubuh akan menyebabkan kebutaan serta kematian. Kebutaan disebabkan oleh pembentukan formaldehid atau asam format yang dapat merusak retina.
Ø  Etanol (C2H5OH) :
1.       Sebagai  pelarut karena etanol dapat melarutkan berbagai senyawa baik polar maupun non polar, biasanya pelarut etanol digunakan pada minyak wangi.
2.       Sebagai miuman beralkohol. Etanol ini diperoleh dari proses fermentasi senyawa karbohidrat.
3.       Bahan bakar alternatif. Etanol untuk bahan bakar daapat diperoleh dari proses fermentasi senyawa karbohidratdalam gula tebu, jagung, gandum, dan tanaman sereal lainnya.

v  ALKOKSI ALKANA (Alkil Eter) à R-O-R’
Rumus : CnH2n+2O
Ciri-ciri alkoksi alkana:
1.       Titik didih alkoksi alkana > alkanol ( tidak ada ikatan hidrogen )
2.       Kurang reaktif. Jenis reaksi: substitusi dan oksidasi (mudah terbakar karena mudah menguap)
Alkoksi alkana dapat diaplikasikan dalam kedalam kehidupan sehari-hari. Contohnya sebagai berikut:
Ø  Dietil Eter ( etoksi etana )
1.       Sebagai pelarut senyawa organik untuk ekstraksi senyawa organik dari air atau pelarut lainnya
2.       Sebagai obat bius ( anestesi )
Ø  Metil tersier butil eter (MTBE atau 2-metil-2-metoksipropana)
1.       Sebagai zat aditif pada bensin.

v  ALKANAL (Aldehid) à R-CHO
         Rumus: CnH2nO
         Ciri-ciri alkanal:
1.       Titk didih alkanal > alkana (gugus –CO à gaya dipol-dipol), namun < alkanol (tidak ada ikatan hidrogen)
2.       Reduktor kuat. Jenis reaksi : adisi dan oksidasi
Alkanal  dapat diaplikasikan dalam kedalam kehidupan sehari-hari. Contohnya sebagai berikut:
Ø  Metanal (Formaldehid)
1.       Metanal untuk membuat larutan formalin.
2.       Metanal untuk membuat plastik polimetanal.
3.       Metanal sebagai pelarut zat perekat (seperti pada label kertas), metanal akan menguap meninggalkan lapisan perekat pada permukaan produk.
Ø  Etanal (Asetaldehid)
1.       Etanal mempunyai titk didih yang rendah dan banyak digunakan untuk pembuatan senyawa-senyawa organik lainnya, seperti asam karboksilat.

v  ALKANON (Keton) à R-CO-R’
         Rumus: CnH2nO
         Ciri-ciri alkanon:
1.       Titik didih alkanon > alkana (gugus –CO à gaya dipol-dipol), namun < alkanol (tidak ada ikatan hidrogen)
2.       Reduktor lemah. Jenis reaksi : adisi dan oksidasi.
Alkoksi alkana dapat diaplikasikan dalam kedalam kehidupan sehari-hari. Contohnya sebagai berikut:
Ø  Propanon
1.       Sebagai bahan baku pembuatan senyawa alkil alkanoat pada produksi plastik prespex.
2.       Sebagai pelarut senyawa organik seperti dalam pembuatan lilin, rayon, dan plastik.
3.       Propanon juga dikenal dengan aseton, yang banyak digunakan sebagai pembersih cat kuku.
Ø  Butanon
1.       Butanon digunakan luas sebagai pelarut senyawa organik dalam prosees industri.

v  ASAM ALKANOAT  (Asam Krboksilat) à R-COOH
        Rumus: CnH2nO2
        Ciri-ciri asam alkanoat:
1.       Titik didih asam alkanoat > alkanol (gugus –CO dan –OH à ikatan hidrogen lebih banyak)
2.       Bersifat asam lemah
3.       Jenis reaksi: substitusi, adisi, eliminasi, dan oksidasi
Asam alkanoat  dapat diaplikasikan dalam kedalam kehidupan sehari-hari. Contohnya sebagai berikut:
Ø  Asam metanoat (asam format )
1.       Digunakan dalam produksi tekstil dan penggupalan getah karet.
Ø  Asam etanoat /asam asetat (CH3COOH)
1.       Disebut juga asam cuka, karena terdapat dalam cuka makanan. Kadar asetat dalam cuka umumnya 5% meski ada juga yang mempunyai kadar  20-25%
2.       Banyak digunakan untuk mkembuat senyawa etanoat anhidrida yang diperlukan untuk produksi serat semi sintetis seperti rayon.
Ø  Asam palmitat (C15H31COOH)
1.       Dengan rantai panjang seperti asam palmitat dapat digunakan untuk membuat garam palmitat melalui reaksinya dengan basa kuat.
 C15H31COOH + NaOH à C15H31COONa  + H2O
Garam palmitat yang merupakan salah satu komponen sabun, dapat membantu air mengangkat kotoran-kotoran yang tidak larut dalam air.

v  ALKIL ALKANOAT (ESTER)à R-COOR’
        Rumus: CnH2nO2
        Ciri-ciri alkil alkanoat:
1.       Titik didih alkil alkanoat <asam alkanoat (gugus –CO  à gaya dipol-dipol)
2.       Tidak bersifat asam
3.       Jenis reaksi: substitusi (hidrolisis, saponifikasi)
Alkil  alkanoat  dapat diaplikasikan dalam kedalam kehidupan sehari-hari. Contohnya sebagai berikut:
Ø  Alkil alkanoat (ester) adalah pelarut yang digunakan dalam produksi zat perekat di industri. Selain itu ester adalah bahan baku untuk membuat poliester, yang digunakan untuk pakaian, kantong makanan plastik, dan resin pengikat dalam produk-produk fiberglas.
Ø  Alkil alkanoat berupa lemak dan minyak dapat digunakan untuk membuat sabun, seperti kalium palmitat (C15H31COOK).
Ø  Alkil alkanoat memberi aroma buah pada produk makanan dan minuman, perawatan tubuh, serta pembersih.

v  HALOALKANA à R-X
       Ciri-ciri haloalkana:
1.       Titik didih tergantung jenis dan posisi atom halogen, dan jumlah atom C dalam molekul.
2.       Sifat kimia ditentukan kekuatan ikatan C-X (kekuatan ikatan C-F > C-Cl > C-Br > C-I )
3.       Jenis reaksi : substitusi dan eliminasi.
Alkil  alkanoat  dapat diaplikasikan dalam kedalam kehidupan sehari-hari. Contohnya sebagai berikut:
Ø  CCl4 (tertraklorometana)
Dulu digunakan untuk pencucian kering, karena dapat bereaksi dengan oksigen. Namun ternyata pada suhu tinggi CCl4 dapat membentuk gas fosgen (COCl2) yang beracun. Sekarang CCl4 diganti C2Cl4 (tetrakloroetena).
Ø  C2H4Cl2 (1,2-dikloroetena)
Adalah bahan baku pembuatan kloroetena (vinil klorida) untuk produksi PVC.
                ClH2C – CH2Cl  à H2C = CHCl + HCl
Ø  CH2Cl2 (diklorometana)
digunakan sebagai pelarut seperti di industri pembuat produk pengelupasan cat (untuk cat minyak).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar